Selasa, 14 Oktober 2014

BAB 11 PENGANTAR BISNIS AKUNTANSI DAN LAPORAN KEUANGAN

1. DEFINISI AKUNTANSI
Definisi pertama mengenai akuntansi adalah definisi yang dikemukakan oleh ABP Statement No. 4 dalam Smith Skousen (1995 : 3), akuntansi adalah suatu aktivitas jasa. Fungsinya adalah menyediakan informasi kuantitatif, terutama yang bersifat dalam pengambilan keputusan ekonomis dalam menetapkan pilihan-pilihan yang logis diantara berbagai tindakan alternatif.
Menurut American  Insitute of Certified Public Accounting (AICPA) dalam Harahap (2003) mendefinisikan akuntansi sebagai seni pencatatan, penggolongan, dan pengikhtisaran dengan cara tertentu dalam ukuran moneter, transaksi, dan kejadian-kejadian yang umumnya bersifat keuangan termasuk menafsirkan hasil-hasilnya.
Sedangkan pengertian akuntansi menurut Rudianto mendefenisikan bahwa akuntansi adalah sistem informasi yang menghasilkan laporan kepada pihak-pihak yang berkepentingan mengenai aktivitas ekonomi dan kondisi suatu badan usaha.
Dan pengertian menurut Charles T. Horngren, dan Walter T.Harrison (Horngren Harrison,2007:4) menyatakan bahwa: Akuntansi adalah sistem informasi yang mengukur aktivitas bisnis, memproses data menjadi laporan, dan mengkomunikasikan hasilnya kepada para pengambil keputusan.
Sekalipun ada banyak pengertian ataupun definisi akuntansi dari berbagai ahli, yang diantaranya sebagaimana dijabarkan diatas. Namun dalam lidah pelaku usaha dan bisnis akuntansi lebih popular disebut sebagai “bahasa bisnis”, atau lebih tepat disebut bahasa pengambilan keputusan.
Dikatakan demikian karena semakin kita menguasai bahasa ini akan semakin baik pula kita menangani berbagai aspek keuangan dalam kehidupan, utamanya dalam usaha dan bisnis yang dilakoni. Apapun peranan kita dalam masyarakat, pasti kita pernah mengambil keputusan yang berhubungan dengan aspek keuangan, baik sebagai manajer, investor, politisi, kepala rumah tangga, atau mahasiswa. Karenanya dapat dipastikan kita akan merasakan manfaat dari memahami akuntansi.


2.   Fungsi akuntansi 
  1. Mengetahui besarnya modal yang dimiliki perusahaan
  2. Mengetahui perkembangan ayau maju mundurnya perusahan
  3. Sebagai dasar untuk perhitunngan pajak
  4. Menjelaskan keadaan perusahaan sewaktu-waktu memrlukan kredit dari bank atau pihak lain 
  5. Dasar untuk menentukan kebijakan yang akan ditempuh
  6. Menarik minat investor saham jika perusahaan berbentuk perseroan terbatas

3.   Pihak – pihak yang berkepentingan
1.      Pihak intern
 Adalah pihak manajemen yang berkepentingan langsung dan sangat membutuhkan informasi keuangan untuk tujuan pengendalian (controlling), pengkoordinasian (coordinating), dan perencanaan (planning) suatu perusahaan.
2.      Pihak ekstern
Adalah pihak-pihak yang berada di luar perusahaan tetapi ia membutuhkan informasi keuangan perusahaan tersebut.
·         Pemilik/Investor
·         Calon Investor

·         Kreditor
·         Calon Kreditor
·         Pemerintah
·         Karyawan perusahaan yang bersangkutan
 
4. PRINSIP AKUNTANSI Informasi Akuntansi (Laporan Keuangan) dapat bermanfaat bagi para pemakainya apabila disusun dan dilaporkan secara objektif. Agar informasi akuntansi itu objektif maka harus memenuhi karakteristik kualitatif, yang merupakan ciri khas yang membuat informasi dalam laporan keuangan berguna bagi para pemakai. Ada empat karakteristik Akuntansi :
1.    Dapat dipahami
2.    Relevan
3.    Keandalan (reliable)
4.    Dapat dibandingkan


5.    PENGERTIAN LAPORAN KEUANGAN
Laporan Keuangan adalah daftar ringkasan akhir transaksi-transaksi keuangan yang menunjukkan semuakegiatan operasional perusahaan dan akibat-akibatnya. Laporan keuangan ini terdiri dariNeraca, Laporan laba rugi, Laporan perubahan Modal.
6.    ISI LAPORAN KEUANGAN
Yang terpenting di dalam laporan akuntansi (accounting statements) dari pertanggungjawaban pemilikan adalah Balance Sheet (Neraca) dan Income statement (Laporan Laba/Rugi).
Laporan ini sangat penting, tetapi tidak kurang kegunaannya satu laporan lagi yang dinamakan capital statement (Laporan perubahan modal).
1.    Income statement (Laporan Laba/Rugi)
Merupakan ringkasan pendapatan dan beban (biaya) dari satu kesatuan perusahaan untuk jangka waktu tertentu, misalnya satu bulan atau satu tahun.
•    Pendapatan dikelompokan berdasarkan:
–    pendapatan operasional yaitu pendapatan yang berasal dari kegiatan bisnisnya.
–    pendapatan non operasional yaitu pendapatan yang bukan dari inti bisnisnya.
•    Beban (biaya) dikelompokan berdasarkan:
–    biaya operasional
–    biaya non operasional

2.    Capital statement (Laporan Perubahan Modal)
Berisikan ringkasan perubahan dalam kapital dari satu kesatuan perusahaan di dalam jangka waktu tertentu, misalnya satu bulan atau satu tahun. Laporan perubahan modal menggambarkan perubahan modal pemilik yang berisikan modal awal, laba/rugi bersih, prive.
Laporan lain sering disebut funds statements yang secara lengkapnya disebut Statement of changes in Financial position yang juga berguna untuk kepentingan perusahaan. Laporan ini cukup penting sehingga pada akhir-akhir ini cenderung disajikan sebagai bagian dari Laporan Keuangan (Financial statement).
Seluruh penyajian laporan keuangan secara jelas harus menggambarkan:
–    Nama pemilik/perusahaan.
–    Nama dari laporan.
–    Tanggal atau periode.
3.    Balance sheet (Neraca)
Suatu daftar yang berisikan harta (aktiva), kewajiban dan modal dari suatu kesatuan perusahaan pada saat tertentu yang umumnya ditutup pada hari terakhir dari setiap bulan.
–    Aktiva dikelompokan menurut dimensi atau waktunya yaitu aktiva lancar dan aktiva tidak lancar. Aktiva dapat dikelompokan juga yaitu aktiva berwujud, Aktiva tidak berwujud, dan Aktiva lain-lain
–    Kewajiban terdiri dari hutang lancar dan hutang tidak lancar.
–    Modal
7.    BENTUK NERACA
Neraca adalah suatu bentuk laporan keuangan yang menyajikan informasi mengenai perubahan posisi keuangan berupa harta, utang, dan modal pada suatu perusahaan untuk satu periode akuntansi tertentu.
Unsur-unsur neraca:
1. Harta (aktiva)
2. Utang (kewajiban)
3. Modal (ekuitas)
Neraca dapat dibuat dalam dua bentuk, yaitu:
1.    Bentuk skontro
Neraca disusun menjadi dua sisi sebelah-menyebelah, sisi kiri (debit) untuk mencatat harta perusahaan dan sisi kanan (kredit) untuk mencatat utang dan modal perusahaan.
2.    Bentuk staffel
Neraca disusun dari atas ke bawah secara berurutan mulai dari harta kemudian diikuti utang dan modal.
3. Langkah-langkah Penyusunan Neraca
•    Judul Laporan
Menuliskan nama perusahaan, nama laporan, dan periode laporan di tengah atas halaman
•    Isi Laporan
–    Harta disusun berdasarkan tingkat likuiditas, artinya yang paling lancar ditulis terlebih dahulu, disusul oleh harta yang mudah dicairkan dan akhirnya harta tetap.
–    Utang disusun berdasarkan tanggal jatuh tempo, artinya utang yang lebih dahulu jatuh temponya ditulis lebih dahulu, sedangkan utang jangka panjang ditulis berikutnya.
–    Modal disusun berdasarkan lama tidaknya tertanam di perusahaan, artinya modal yang paling lama tertanam pada perusahaan ditulis paling akhir.
4.  Contoh Neraca

8.    LAPORAN LABA RUGI
Laporan Laba-Rugi adalah suatu bentuk laporan keuangan yang menyajikan informasi hasil usaha perusahaan yang isinya terdiri dari pendapatan usaha dan beban usaha untuk satu periode akuntansi tertentu.
Unsur-unsur laporan laba-rugi, yaitu:
1. Pendapatan
2. Beban


9. BENTUK LAPORAN LABA RUGI
1.    Laporan Laba-Rugi dapat dibuat dalam dua bentuk, yaitu:
•    Bentuk Single Step atau Langsung
Semua pendapatan dikelompokkan tersendiri di bagian atas dan dijumlahkan, kemudian semua beban dikelompokkan tersendiri di bagian bawah dan dijumlahkan. Jumlah pendapatan dikurangi jumlah beban, selisihnya merupakan laba bersih atau rugi bersih.
•    Bentuk Multiple Step atau Tidak Langsung
Pendapatan dibedakan menjadi pendapatan usaha dan pendapatan di luar usaha, demikian juga beban dibedakan menjadi beban usaha usaha dan beban di luar usaha. Pendapatan dan beban usaha disajikan pertama, pendapatan dan beban di luar usaha disajikan kemudian.
2.    Langkah-langkah Penyusunan Laporan Laba-Rugi
Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam menyusun Laporan Laba-Rugi:
a.    Judul Laporan
Menuliskan nama perusahaan, nama laporan, dan periode laporan di tengah atas halaman
b.    Isi Laporan
•    Bentuk single step:
–    Menuliskan semua pendapatan
–    Menuliskan semua beban
–    Menghitung selisih pandapatan dan beban, jika pendapatan lebih besar dari pada beban maka selisihnya disebut laba bersih dan jika sebaliknya maka selisihnya disebut rugi bersih.
•    Bentuk multiple step:
–    Menuliskan pendapatan usaha
–    Menuliskan beban usaha
–    Menghitung selisih pandapatan dan beban usaha, jika pendapatan usaha lebih besar dari pada beban usaha maka selisihnya disebut laba usaha dan jika sebaliknya maka selisihnya disebut rugi usaha.
–    Menuliskan pendapatan usaha
–    Menuliskan beban usaha
–    Menghitung selisih pandapatan dan beban usaha, jika pendapatan usaha lebih besar dari pada beban usaha maka selisihnya disebut laba usaha dan jika sebaliknya maka selisihnya disebut rugi usaha.
–    Menuliskan pendapatan di luar usaha
–    Menuliskan beban di luar usaha
–    Menghitung selisih pendapatan dan beban di luar usaha, jika pendapatan di luar usaha lebih besar dari pada beban di luar usaha maka selisihnya disebut laba di luar usaha dan jika sebaliknya maka selisihnya disebut rugi di luar usaha.
–    Menghitung laba (rugi) usaha dengan laba (rugi) di luar usaha, hasilnya disebut laba (rugi) bersih sebelum pajak.
–    Laba bersih sebelum pajak dikurangi dengan pajak penghasilan yang dikenakan dan hasilnya disebut laba bersih setelah pajak.



10.    TUJUAN AKUNTANSI
Tujuan Utama Akuntansi adalah untuk menyediakan informasi keuangan suatu badan usaha kepada pihak-pihak yang membutuhkan. Informasi keuangan yang disajikan oleh akuntansi akan dipergunakan oleh pihak-pihak yang berkepentingan sebagai bahan pertimbangan di dalam pengambilan keputusan Ekonomi.

DAFTAR PUSTAKA
http://myaccblog.blogspot.com/2010/07/pihak-pihak-yang-berkepentingan-dengan.html
http://paksiman.blogspot.com/2009/05/laporan-laba-rugi-perusahaan-jasa.html
 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar