BAB II. SEJARAH EKONOMI INDONESIA
A. Sejarah Era
Kolonialisme
Berbeda
dengan sejarah politik dan sosial Indonesia, maka sejarah perekonomian
Indonesia sampai beberapa waktu yang lalu belum banyak dipelajari oleh para
sejarawan dan ekonom Indonesia ataupun asing. Keadaan ini berbeda sekali dengan
keadaan di Asia Selatan dimana banyak penelitian tentang dampak kekuasaan
kolonial atas perekononmian.
Hasil-hasil
studi sejarah perekonomian India selama zaman kolonial malahan telah banyak
mempengaruhi pula kebijaksanaan ekonomi India selama tahun-tahun pertama
sesudah kemerdekaan India tercapai. Meskipun studi sejarah perekonomian
perekonomian Indonesia masih kurang berkembang dibanding dengan studi sejarah
perekonomian India atau beberapa negara Asia lainnya.
Berbagai
kajian mutakhir tentang sejarah perekonomian Indonesia selama zaman kolonial
disajikan dalam konperensi pertama yang secara khusus membahas sejarah
perekonomian Indonesia. Kebangkitan studi sejarah Perekonomian Indonesia selama
dasawarsa terakhir ini dimungkinkan oleh beberapa perkembangan yang
menguntungkan. Pertama sejak pertengahan dasawarsa 1960-an banayk bahan arsip
di negeri Belanda dan Indonesia tentang administrasi pemerintah kolonial
Belanda di Indonesia selama abad ke-19 dan ke-20 telah dibuka untuk umum.
11
Pengkajian
yang lebih mendalam ini telah menghasilkan temuan-temuan baru yang dapat
menumbangkan berbagai pendangan mapan tentang masa lampau, seperti misalnya
kayakinan yang umumnya terdapat pada para sejarawan bahwa akibat Sistem Tanam
Paksa, para petani di Jawa telah menjadi lebih miskin.
Perkembangan
kedua yang juga amat mendorong kebangkitan studi sejarah perekonomian Indonesia
adalah usaha kompilasi dan seleksi sejumlah data statistik yang amat besar
tentang sejarah perekonomian Indonesia selama kurun waktu 1816-1940 yang sejak
awal dasawarsa 1970-an dilakukan oleh sekelompok kecil ekonom Belanda dibawah
pimpinan almarhum P.
Creutsberg, seorang pensiunan dari biro pusat Statistik, Jakarta. Maka beberapa
ekonom di Australia dan di negeri Belanda yang semula menaruh perhatian dan
perkembangan Indonesia masa kini, mulai mengalihkan perhatian mereka pada
sejarah ekonomi Indonesia selama abad ke-19 dan awal abad ke-20 dalam rangka
usaha mereka untuk mnemahami dengan lebih baik perkembangan ekonomi indonesia
masa kini.
Namun
munculnya ekonom sekelompok kecil ekonom-ekonom di Australia dan negeri Belanda
yang menaruh perhatian pada sejarah perekonomian Indonesia akan mendapat
“warna” dan dimensi baru, oleh karena itu kajian historis oleh para ekonom ini
akan lebih banyak dilakukan menurut pola yang dirintis oleh para “sejarawan
ekonomi baru”
12
1.2 Sejarah perekonomian
Baru
Kajian
sejarah oleh para ekonom menurut pola “sejarah perekonomian baru” berarti bahwa
teori ekonomi, khususnya teori harga (teori ekonomi mikro), akan digunakan
secara lebih luas dan
lebih sistematis dalam analisa sejarah.
Meskipun
masukan para ekonom ke bidang studi sejarah perekonomian telah memberikan
dorongan baru kepada cabang ilmu ini, namun hal ini sama sekali tidak berarti
berkurangnya arti dan peranan para sejarawan dalam pengembangan studi sejarah
perekonomian Indonesia. Jika banyak orang berpendapat Ekonomi Kerakyatan
merupakan konsep baru yang mulai populer bersama reformasi 1998-1999 sehingga
masuk dalam “GBHN Reformasi”, hal itu bisa dimengerti karena memang kata
ekonomi kerakyatan ini sangat jarang dijadikan wacana sebelumnya. Namun jika
pendapat demikian diterima, bahwa ekonomi kerakyatan merupakan konsep baru yang
“mereaksi” konsep ekonomi kapitalis liberal yang dijadikan pegangan era
ekonomisme Orde Baru, yang kemudian terjadi adalah “reaksi kembali” khususnya
dari pakar-pakar ekonomi arus utama yang menganggap “tak ada yang salah dengan
sistem ekonomi Orde Baru”. Strategi dan kebijakan ekonomi Orde Baru mampu
mengangkat perekonomian Indonesia dari peringkat negara miskin menjadi negara
berpendapatan menengah melalui pertuumbuhan ekonomi tinggi (7% pertahun) selama
3 dasawarsa. “Yang salah adalah praktek pelaksanaannya bukan teorinya”.
2. Kehidupan Ekonomi
Indonesia Pada masa Tanam Paksa.
Pada
tahun 1830 pada saat pemerintah penjajah hampir bangkrut setelah terlibat
perang Jawa terbesar (Perang Diponegoro 1825-1830), dan Perang Paderi di
Sumatera Barat (1821-1837).
13
Gubernur Jendral Van den Bosch mendapat izin
khusus melaksanakan sistem Tanam Paksa (Cultuur Stelsel) dengan tujuan utama
mengisi kas pemerintahan jajahan yang kosong, atau menutup defisit anggaran
pemerintah penjajahan yang besar.
Sistem
tanam paksa ini jauh lebih keras dan kejam dibanding sistem monopoli VOC karena
ada sasaran pemasukan penerimaan negara yang sangat dibutuhkan pemerintah.
Petani yang pada jaman VOC wajib menjual komoditi tertentu pada VOC, kini harus
menanam tanaman tertentu dan sekaligus menjualnya pada harga yang ditetapkan
kepada pemerintah. Maka tidak ada perkembangan yang bebas dari sistem pasar.
2.1 Sistem Tanam
Paksa di Jawa
Sistem
tanam paksa diterapkan oleh pemerintah jajahan Belanda merupakan contoh klasik
tentang penindasan kaum penjajah. Tujuan pokoknya ialah meningkatkan secara
pokok kapasitas produksi pertanian orang-orang Jawa demi keuntungan
perbendaharaan Kerajaan Belanda. Jika dipandang dari segi ini ,sistem tersebut
memang berhasil baik, dengan dihasilkannya sejumlah besar komoditi ekspor, yang
penjualannya di Eropa semakin banyak menghasilkan dana untuk menopang posisi
keuangan Belanda yang sedang sulit sekali.
Melonjaknya produki
dan laba ini hampir seluruhnya bersumber pada kerja paksa kaum tani Jawa.
Pengandalan dari Tanam Paksa itu untuk memperoleh pendapatan lebih daripada hal
lain mengakibatkan reputasi sistem Tanam paksa sangat buruk.
Dalam
sistem Tanam Paksa ini kaum tani diwajibkan untuk menggarap sawahnya dan para
petani wajib menyerahkan hasil panen tersebut pada pemerintah Belanda. Sistem
tanam paksa menuntut agar kaum tani melakukan kerja rodi.
14
Kaum tani diharuskan bekerja 4 atau 5 kali
lebih lama daripada jam kerja yang dituntut dalam masa sebelum 1830. Pada
umumnya, imbalan yang diterima oleh kaum tani itu dalam bentuk hasil budidaya
atau upah yang sama sekali tidak seimbang denga tambahan waktu dan jerih payah
yang dituntut dari mereka.
A.
Sistem
Ekonomi Kapitalis Liberal
1. Pengertian.
Sistem
ekonomi liberal kapitalis adalah sitem ekonomi yang aset-aset produktif dan
faktor-faktor produksinya sebagian besar dimiliki oleh sektor individu/swasta.
Sementara tujuan utama kegiatan produksi adalah menjual untuk memperoleh laba.
Sistem
perekonomian/tata ekonomi liberal kapitalis merupakan sistem perekonomian yang
memberikan kebebasan kepada setiap orang untuk melaksanakan kegiatan
perekonomian seperti memproduksi barang, menjual barang, menyalurkan barang dan
lain sebagainya.
Dalam
perekonomian liberal kapitalis setiap warga dapat mengatur nasibnya sendiri
sesuai dengan kemampuannya. Semua orang bebas bersaing dalam bisnis untuk
memperoleh laba sebesar- besarnya dan bebas melakukan kompetisi untuk
memenangkan persaingan bebas.
2.
Ciri-ciri.
Ciri-ciri
dari sistem ekonomi liberal kapitalis antara lain :
a.
Masyarakat diberi kebebasan dalam memiliki sumber-sumber produksi.
b.
Pemerintah tidak ikut campur tangan secara langsung dalam kegiatan
ekonomi.
c.
Masyarakat terbagi menjadi dua golongan, yaitu golongan
pemilik sumber daya produksi dan masyarakat pekerja (buruh).
d.
Timbul persaingan dalam masyarakat, terutama dalam mencari
keuntungan.
e.
Kegiatan selalu mempertimbangkan keadaan pasar.
f.
Pasar merupakan dasar setiap tindakan ekonom.
g.
Biasanya barang-barang produksi yang dihasilkan bermutu tinggi.
15
3.
Keuntungan dan Kelemahan.
Sistem
ekonomi liberal kapitalis selain memilki keuntungan juga mempunyai kelemahan,
antara lain :
a.
Keuntungan :
1)
Menumbuhkan inisiatif dan kerasi masyarakat dalam kegiatan ekonomi, karena
masyarakat tidak perlu lagi menunggu perintah dari pemerintah.
2) Setiap
individu bebas memiliki untuk sumber-sumber daya produksi, yang nantinya akan
mendorong partisipasi masyarakat dalam perekonomian.
3) Timbul
persaingan semangat untuk maju dari masyarakat.
4) Mengahsilkan
barang-barang bermutu tinggi, karena adanya persaingan semangat antar
masyarakat.
5) Efisiensi
dan efektifitas tinggi, karena setiap tindakan ekonomi didasarkan motif mencari
keuntungan.
b.
Kelemahan :
1)
Terjadinya persaingan bebas yang tidak sehat.
2) Masyarakat
yang kaya semakin kaya, yang miskin semakin miskin.
3) Banyak
terjadinya monopoli masyarakat.
4) Banyak
terjadinya gejolak dalam perekonomian karena kesalahan alokasi sumber daya oleh
individu.
5) Pemerataan
pendapatan sulit dilakukan, karena persaingan bebas tersebut.
4.
Institusi-institusi dalam Ekonomi Liberal Kapitalis.
Ada lima institusi
pokok yang membangun sitem ekonomi liberal kapitalis, yakni :
a.
Hak kepemilikan.
Sebagian
besar hak kepemilikan dalam sistem ekonomi liberal kapitalis adalah hak
kepemilikan swasta/individu (private/individual property), sehingga
individu dalam masyarakat liberal kapitalis lebih terpacu untuk produktif.
16
b.
Keuntungan.
Keuntungan
(profit) selain memuaskan nafsu untuk menimbun kekayaan produktif, juga
merupakan bagian dari ekspresi diri, karena itu keuntungan dipercaya dapat
memotivasi manusia untuk bekerja keras dan produktif.
c.
Konsumerisme.
Konsumerisme
sering diidentikkan dengan hedonisme yaitu falsafah hidup yang mengajarkan
untuk mencapai kepuasan sebesar-besarnya selama hidup di dunia. Tetapi
dalam arti positif, konsumerisme adalah gaya hidup yang sangat menekankan
pentingnya kualitas barang dan jasa yang digunakan. Sebab tujuan akhir dari
penggunaan barang dan jasa adalah meningkatkan nilai kegunaan (utilitas)
kehidupan. Sehingga masyarakat liberal kapitalis terkenal sebagai penghasil barang
dan jasa yang berkualitas.
d.
Kompetisi.
Melalui
kompetisi akan tersaring individu-individu atau perusahaan-perusahaan yang
mampu bekerja efisien. Efisiensi ini akan menguntungkan produsen maupun
konsumen, atau baik yang membutuhkan (demander) maupun yang menawarkan (supplier).
e.
Harga.
Harga
merupakan indikator kelangkaan, jika barang dan jasa semakin mahal berarti
barang dan jasa tersebut semakin langka. Bagi produsen, gejala naiknya harga
merupakan sinyal untuk menambah produksi agar keuntungan meningkat.
5.
Sejarah dan Perkembangan.
Sistem
ekonomi liberal kapitalis lebih bersifat memberikan kebabasan kepada
individu/swasta dalam menguasai sumber daya yang bermuara pada kepentingan
masing-masing individu untuk mendapatkan keuntungan pribadi sebesar-besarnya.
17
Hal tersebut tidak terlepas dari berkembangnya
paham individualisme dan rasionalisme pada zaman kelahiran kembali kebudayaan
Eropa (renaisance) pada sekitar abad pertengahan (abad ke-XVI). Yang
dimaksud dengan kelahiran kembali kebudayaan Eropa adalah pertemuan kembali
dengan filsafat Yunani yang dianggap sebagai sumber ilmu pengetahuan modern
setelah berlangsungnya Perang Salib pada abad XII – XV. Cepat diterimanya
kebudayaan Yunani oleh ilmuwan Eropa tidak terlepas dari suasana masa itu,
dimana Gereja mempunyai kekuasaan yang dominan sehingga berhak memutuskan
sesuatu itu benar atau salah. Hal tersebut mendorong para ilmuwan untuk mencari
alternatif diluar Gereja. Dalam hal ini filsafat Yunani yang mengajarkan bahwa
rasio merupakan otoritas tertinggi dalam menentukan kebenaran, sangat cocok
dengan kebutuhan ilmuwan Eropa waktu itu.
Pengaruh
gerakan reformasi terus bergulir, sehingga mendorong munculnya gerakan
pencerahan (enlightenment) yang mencakup pembaruan ilmu pengetahuan,
termasuk perbaikan ekonomi yang dimulai sekitar abad XVII-XVIII. Salah satu
hasilnya adalah masyarakat liberal kapitalis.
Namun
gerakan pencerahan tersebut juga membawa dampak negatif. Munculnya semangat
liberal kapitalis membawa dampak negatif yang mencapai puncaknya pada abad
ke-XIX, antara lain eksploitasi buruh, dan penguasaan kekuatan ekonomi oleh
individu. Kondisi ini yang mendorong dilakukannya koreksi lanjutan terhadap
sistem politik dan ekonomi, misalnya pembagian kekuasaan, diberlakukannya
undang-undang anti monopoli, dan hak buruh untuk mendapatkan tunjangan dan
mendirikan serikat buruh.
a.
Sistem liberal kapitalis awal/klasik.
Sistem
ekonomi liberal kapitalis klasik berlangsung sekitar abad ke-XVII sampai
menjelang abad ke-XX, dimana individu/swasta mempunyai kebebasan penguasaan
sumber daya maupun pengusaan ekonomi dengan tanpa adanya campur tangan
pemerintah untuk mencapai kepentingan individu tersebut, sehingga mengakibatkan
munculnya berbagai ekses negatif diantaranya eksploitasi buruh dan penguasaan
kekuatan ekonomi. Untuk masa sekarang, sitem liberal kapitalis awal/klasik
telah ditinggalkan.
18
b.
Sistem liberal kapitalis modern.
Sistem
ekonomi liberal kapitalis modern adalah sistem ekonomi liberal kapitalis yang
telah disempurnakan. Beberapa unsur penyempurnaan yang paling mencolok adalah
diterimanya peran pemerintah dalam pengelolaan perekonomian. Pentingnya peranan
pemerintah dalam hal ini adalah sebagai pengawas jalannya perekonomian. Selain
itu, kebebasan individu juga dibatasi melalui pemberlakuan berbagai peraturan,
diantaranya undang-undang anti monopoli (Antitrust Law). Nasib pekerja
juga sudah mulai diperhatikan dengan diberlakukannya peraturan-peraturan yang
melindungi hak asasi buruh sebagai manusia. Serikat buruh juga diijinkan
berdiri dan memperjuangkan nasib para pekerja. Dalam sistem liberal kapilalis
modern tidak semua aset produktif boleh dimiliki individu terutama yang
berkaitan dengan kepentingan masyarakat banyak, pembatasannya dilakukan
berdasarkan undang-undang atau peraturan-peraturan. Untuk menghindari perbedaan
kepemilikan yang mencolok, maka diberlakukan pajak progresif misalnya pajak
barang mewah.
Negara-negara yang
menganut sistem ekonomi liberal kapitalis modern antara lain :
1)
Di benua Amerika, antara lain Amerika Serikat, Argentina, Bolivia,
Brasil, Chili, Kuba, Kolombia, Ekuador, Kanada, Maksiko, Paraguay, Peru dan
Venezuela.
2) Di
benua Eropa, sebagian besar menganut sistem ini antara lain Austria, Belgia,
Bulgaria, Kroasia, Cekoslovakia, Denmark, Prancis, Jerman, Yunani, Italia,
Belanda, Polandia, Portugal, Spanyol, Swedia, Inggris.
3)
Di benua Asia, antara lain India, Iran, Israel, Jepang, Korea Selatan,
Filipina, Taiwan, Thailand, Turki, Malaysia, Singapura.
4)
Kepulauan Oceania, antara lain Australia dan Selandia Baru.
5)
Di benua Afrika, sistem ekonomi ini terbilang masih baru. Negara yang menganut
antara lain Mesir, Senegal, Afrika Selatan.
19
B.
Era
Kedudukan Jepang
A. Latar belakang Jepang menguasai Indonesia
1. Modernisasi Jepang
Bangsa barat yang pertama kali mendobrak politik
isolasi Jepang adalah Amerika Serikat. Pada tahun 1853, angkatan laut Amerika
Serikat di bawah pimpinan Commodore Metthew Calbraith Perry tiba di Teluk
Yokohama. Tujuannya untuk meminta kepada pemerintah Jepang membuka kota-kota
pelabuhannya bagi keperluan perniagaan (perdagangan). Namun, pemerintah Jepang
yang diwakili oleh Shogun dari Keluarga Tokugawa meminta waktu untuk mempertimbangkannya.
Pada tahun 1854, Commodore Perry kembali ke Jepang
yang dilanjutkan dengan dibuatnya perjanjian Shimoda. Tujuan dari perjanjian
itu adalah untuk membuat kesepakatan hubungan antara Jepang dengan Amerika
Serikat. Namun perjanjian yang disepakati antara Shogun dengan Amerika
Serikat itu menyebabkan munculnya golongan-golongan yang tidak
setuju atau menentang pembukaan Jepang dan sekaligus menentang politik Shogun.
Pada
dasarnya di Jepang terdapat dua kekuasaan pemerintah, yaitu pemerintahan Shogun
yang berkududukan di Edo dan pemerintahan Kaisar (Tenno) yang berpusat di
Kyoto. Pada tahun 1867 Kaisar Komei meninggal dunia dan digantikan oleh
puteranya yang bernama Pangeran Mutshuhito dengan gelar Tenno Meiji. Gerakan
untuk mengembalikan kekuasaan ke tangan Kaisar semakin kuat dan mencapai
puncaknya. Shogun Yosinobu meletakkan jabatannya pada tanggal 8 November 1867.
Untuk mengakhiri kekuasaan Shogun itu, maka Jepang memasuki era baru, dimana
kekuasaan kembali berada di tangan Kaisar (Tenno). Peristiwa ini dikenal dengan
Restorasi Meiji. Kaisar Meiji melakukan pembaharuan di segala bidang kehidupan
masyarakat Jepang dengan tujuan untuk mengejar ketinggalan-krtinggalan dari
bangsa-bangsa Barat. Tahun 1873 diadakan wajib militer bagi semua lapisan
masyarakat dan juga bentuk tentara nasional dengan segala perlengkapannya yang
dibeli dari negara-negara Barat. Pada tahun 1871 dibentuk departemen pengajaran
serta dikeluarkanlah wajib belajar terhadap anak-anak usia 6-14 tahun,dan
Jepang menjadi negeri pertama di dunia yang bebas buta huruf.
20
Pada tahun 1873 dibentuk sistem pajak baru.
Dengan demikian setelah Restorasi Meiji dalam waktu yang cukup singkat Jepang
menjadi negara maju dan dapat mengangkat dirinya sejajar dengan negara-negara
Barat.
2. Akibat
Modernisasi dan Politik Imperialisme Jepang
Industri
Jepang maju dengan cepat sejak terjadinya modernisasi tahun 1868, begitu pula
dengan jumlah penduduk semakin bertambah sehingga berpengaruh pada bidang
ekonomi. Ketika Jepang merasa dirinya telah kuat timbul keinginan untuk
mengikuti jejak bangsa-bangasa Barat dalam usaha untuk mendapatkan
daerah-daerah jajahan. Menjelang akhir abad ke-19 (1894-1895) terjadi perang
Jepang-Cina. Dalam perang ini Jepang memperoleh kemenangan. Kemudian pada tahun
1904-1905 terjadi perang antara Jepang-Rusia dan Jepang berhasil memukul mundur
pasukan Rusia di Manchuria. Pada perang Dunia I (1914-1918) Jepang terlibat
perang melawan Jerman dengan tujuan untuk mendapatkan daerah-daerah jajahan
Jerman di Asia. Pada tahun 1931 Jepang malakukan serangan terhadap Manchuria
dan berhasil menguasai sebagian besar dari daerah Manchuria dalamwaktu 6 bulan.
Pertikaian tentanra Jepang dengan Cina terus berkobar. Dalam tahun 1937 diawali
dengan terjadinya insiden di atas jembatan Marco Polo, Jepang dengan
persenjataan yang serba modern mengadakan pendaratan secara besar-besaran di
Cina Utara dan Tengah. Setelah insiden itu, Presiden Cina Chiang Kai Shek
memaklumkan bahwa telah terjadi perang Cina dan Jepang. Dengan adanya perang
Jepang-Cina, mulailah Baron Tanaka merebut wilayah-wilayah yang ada di Laut
Selatan dan Asia Timur Raya.perang ini ternyata menggoncangkan suasana di
daerah Pasifik, sehingga masing-masing negara yang sedang berkuasa pada saat
itu di daeerah Pasifik memperkuat kedudukannya,sehingga tanda-tanda akan meletusnya
perang Pasifik mulai tampak nyata.
3. Pengaruh
Modernisasi Jepang di Asia Pasifik
a. Bidang
politik
Kemenangan
Jepang terhadap Rusia telah membangkitkan bangsa-bangsa Asia untuk menentang
imperialisme Barat. Gerakan nasionalisme bermunculan, seperti di Indonesia
Lahirnya Budi Utomo (1908), di Vietnam lahir Vietnam Restoration League (1907).
21
b. Bidang
militer
Tentara
Jepang dikenal dengan Pasukan Kate (karena orang-orang Jepang pendek-pendek),
yang memiliki semangat Bushido yang tinggi yang ditunjang oleh persenjataan
modern. Ekspansi Jepang yang selalu berhasil akhirnya menyadarkan bengsa-bangsa
Barat terhadap bahaya “Kuning” yang dari arah utara.
c. Bidang
ekonomi
Jepang
berusaha untuk merebut pasaran hasil industri dengan melaksanakan Politik
Dumping. Negara-negara yang kaya dengan hasil bahan industri akan bekerjasama
dengan Jepang sebagai negara yang maju industrinya, sehingga akan terjadi
kerjasama yang serasi untuk meningkatkan kemakmuran bersama.
B. Zaman
Pendudukan Jepang di Indonesia
1. Masuknya
Jepang ke wilayah Indonesia
Sebagai
negara fasis-militerisme di Asia, Jepang sangat kuat, sehingga
meresahkan kaum pergerakan nasional di Indonesia. Sedangkan sikap pergerakan
politik bangsa Indonesia dengan tegas menentang dan menolak bahwa fasisme
sedang mengancam dari arah utara. Sikap ini dinyatakan dengan jelas oleh
Gabungan Politik Indonesia (GAPI). Pada tanggal 8 Desember 1941 pecah perang di
Lautan Pasifik yang melibatkan Jepang. Angkatan perang Jepang begitu kuat,
sehinnga Hindia Belanda yang merupakan benteng kebanggan Inggris di daerah Asia
Tenggara akhirnya jatuh ke tangan pasukan Jepang. Jatuhnya Singapura ke tangan
Jepang pada tanggal 15 Februari 1941, yaitu dengan ditenggelamkannya kapai
induk Inggris bernama Prince of Wales dan Refulse,
sangat menggoncangkan pertahanan sekutu di Asia. Secara kronologis
serangan-serangan pasukan Jepang di Indonesia adalah sebagai berikut: diawali
dengan menduduki Tarakan (10 Januari 1942), kemudian Minahasa, Sulawesi,
Balikpapan, Ambon. Kemudian pada bulan Februari 1942 pasukan Jepang menduduki
Pontianak, Makassar, Banjarmasin, Pelembang dan Bali. Kemudian di Batavia (5
Maret 1942), Bandung (8 Maret 1942)dan akhirnya pasukan Belanda di Jawa Tengan
menyerah kepada Panglima Bala Tentara Jepang Imamura di Kalijati (Subang, 8
Maret 1942).
22
2. Penjajah
Jepang di Indonesia
Pembesar
Bala Tentara Nippon memegang kekuasaan militer dan segala kekuasaan yang dulu
dipegang oleh gubernur Jendral (pada masa kekuasaan Belanda). Dalam pelaksanaan
sistem pemerintahan ini, kekuasaan atas wilayah Indonesia dipegang oleh dua
angkatan perang yaitu angkatan darat (Rikugun) dan angkatan laut (Kaigun).
Masing-masing angkatan mempunyai wilayah kekuasaan. Dalam hal ini Indonesia
dibagi menjadi tiga wilayah kekuasaan yaitu:
a. Daerah
Jawa dan Madura dengan pusatnya Batavia berada di bawah kekuasaan Rikugun.
b. Daerah
Sumatra dan Semenanjung Tanah Melayu dengan pusatnya Singapura berada di bawah
kekuasaan Rikugun.
c. Daerah
Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, Irian berada di bawah kekuasaan
Kaigun.
3. Organisasi
Bentukan Jepang
a. Gerakan
Tiga A
Gerakan
ini disebut Gerakan Tiga A karena semboyannya adalah Nippon Pelindung Asia,
Nippon Cahaya Asia, Nippon Pemimpin Asia. Gerakan ini dipimpin oleh Syamsuddin
SH. Namun dalam perkembangan selanjutnya gerakan ini tidak dapat menarik
simpati rakyat, sehinnga pada tahun 1943 Gerakan Tiga A dibubarkan dan dibagi
dengan Putera.
b. Pusat
Tenaga Rakyat (PUTERA)
Organisasi
ini dibentuk pada tahun 1943 dibawah pimpinan “Empat Serangkai”, yaitu Bung
Karno, Bung Hatta, Ki Hajar Dewantara, KH Mas Mansyur. Gerakan Putera ini pun
diharapkan dapat menarik perhatian bangsa Indonesia agar membantu pasukan
Jepang dalam setiap peperangan yang dilakunnya. Ternyata Gerakan Putera yang
menjadi bentukan Jepang ini ternyata menjadi bumerang bagi Jepang. Hal ini
disebabkan oleh anggota-anggota dari Putera yang memiliki sifat nasionalisme
yang tinggi.
c. Pembela
Tanah Air (PETA)
PETA
merupakan sebuah organisasi bentukan Jepang dengan keanggotaanya berisi
pemuda-pemuda Indonesia. Dalam organisasi PETA ini para pemuda bangsa Indonesia
dididik atau mendapatkan latihan kemiliteran dari pasukan Jepang.
23
Pemuda-pemuda
inilah yang menjadi tiang utama perjuangan kemerdekaan bangsa dan negara
Indonesia.
Tujuan
awalnya pembentuka organisasi PETA ini adalah untuk memenuhi kepentingan
peperangan Jepang di Lautan Pasifik. Namun karena PETA bersifat nasional dan
diaanggap sangat membahayakan kedudukan Jepang atas wilayah Indonesia, maka
pada tahun 1944 PETA dibubarkan. Berikutnya Jepang mendirikan organisasi
lainnya yang bernama Perhimpunan Kebaktian Rakyat yang lebih terkenal dengan nama
Jawa Hokokai. Kepemimpinan organisasi ini berada di bawah Komando Militer
Jepang.
4. Perlawanan
Rakyat terhadap Jepang
Buruknya
kehidupan rakyat mendorong timbulnya perlawanan rakyat di beberapa tempat
seperti:
a. Aceh
pada tahun 1942
b. Karang
Ampel, Sindang (Kabupaten Indramayu) tahun 1943
c. Sukamanah
(Kabupaten Tasikmalaya) tahun 1943
d. Blitar
pada tanggal 14 februari 1945
5. Dampak
Pendudukan Jepang bagi Indonesia
a. Bidang
politik
Sejak
masuknya kekuasaan Jepang di Indonesia, organisasi-organisasi politik tidak
dapat berkembang lagi. Bahkan pemerintah pendudukan Jepang menghapuskan segala
bentuk kegiatan organisasi-organisasi, kemudian diganti dengan organisasi
buatan Jepang, sehingga kehidupan politik pada masa itu diatur oleh pemerintah
Jepang.
b. Bidang
ekonomi
Kedatangan
bengsa Jepang ke Indonesia berlatar belakang masalah ekonomi, yaitu mencari
daerah-daerah sebagai penghasil bahan mentah dan mahan baku. Aktivitas
perekonomian bangsa Indonesia pada zaman Jepang sepenuhnya dipegang oleh
pemerintah Jepang.
c. Bidang
pendidikan
Pada
masa pendudukan Jepang di Indonesia, kehidupan pendidikan berkembang pesat
dibandingkan dengan pendudukan Hindia Belanda.
24
Pemerintah pendudukan Jepang memberikan
kesempatan kepada bangsa Indonesia untuk mengikuti pendidikan pada
sekolah-sekolah yang dibangun oleh pemerintah.
d. Bidang
kebudayaan
Jepang
sebagai negara fasis selalu berusaha untuk menanamkan kebudayaanya. Salah satu
cara Jepang adalah kebiasaan menghornat ke arah matahari terbit.
e. Biadang
sosial
Selama
masa pendudukan Jepang kehidupan sosial masyarakat sangat memprihatinkan.
Terlabih lagi rakyat dijadikan romusha (kerja paksa), sehingga
banyak jatuh korban akibat kelaparan dan penyakit.
f. Bidang
birokrasi
Kekuasaan
Jepang atas wilayah Indonesia dipegang oleh kalangan militer, yaitu dari
angkatan darat (rikugun) dan angkatan laut (kaigun). Dengan demikian sistem
pemerintahan atas wilayah diatur berdasarkan aturan militer.
g. Bidang
militer
Kekuasaan
Jepang atas wilayah Indonesia memiliki arti penting, khususnya dalam bidang
militer. Para pemuda bangsa Indonesia diberikan pendidikan militer melalui
organisasi PETA. Pemuda-pemuda yang tergabung dalam PETA inilah yang nantinya
menjadi inti kekuatan dan penggerak perjuangan rakyat Indonesia mencapai
kemerdekaannya.
C. PENGEKANGAN POLITIK
1. Pengendalian terhadap
Pergerakan Nasional Indonesia
Jepang adalah Negara di benua Asia yang tidak pernah
mengalami penjajahan bangsa-bangsa Barat. Abad ke 20 negara jepang mulai
berhubungan dengan bangsa-bangsa Barat. Pada waktu itu bangsa-bangsa barat
telah memasuki zaman modern sehingga Jepang mulai berkenalan dengan peradaban
modern. Dlam waktu pendek jepang terkenal rajin,tekun bekerja dan kuat
menderita itu telah dapat mengoper peradaban modern dari Dunia Barat. Jepang
dalam waktu pendek dapat unggul dalam bidang teknologi. Tetapi dalam bidang
rohaniah mereka tetap memelihara identitas JepangBudaya rohaniah jepang tetap
tidak berubah.
25
Jepang berhasil
mengawinkan budaya warisan nenek moyang dengan teknologi Barat. Pada lahirnya
mereka mencontoh tatahidup dan tatakarya Barat, tetapi pada batinnya mereka
tetap orang Jepang yang memegang teguh adat-istiadat tradisional.
Setelah Jepang menjadi Negara industry modern, maka
jepang membutukan daerah untuk memperoleh bahan-bahan mentahnya maupun untuk
menjual hasil barang-barangnya.
Daerah yang diinginkan oleh Jepang adalah negeri-negeri
Asia, yang pada waktu itu telah dijajah atau setidak-tidaknya dikuasai
ekonominya oleh bangsa-bangsa Barat. Untuk mendapatkan daerah Asia yang kaya
dan padat penduduknya itu, jepang harus merebutnya dengan kekerasan dari
bangsa-bangsa Barat. Perang perebutan jajahan antara Jepang dengan
Negara-negara barat di Asia yang berlangsung selama kurang lebih 3,5 tahun
(1941-1945) dinamai Perang pasifik sedangkan orang Jepang menyebutnya perang
Asia Timur Raya. Pada tanggal 8 Desember 1941 menyerang Pearl Harbor, maka
Gubernur Jendral Hindia Belanda menyatakan erang terhadap Jepang. Dalam jangka
waktu kurang dari 100 hari Jepang berhasi menumbangkan kekuasaankolonial
Inggris di Malaya dan Birma, AS di Filipina dan Belanda di Indonesia. Setelah
belanda menyerah tanpa syarat, kemudian Jepang mulai beraksi. Jepang mulai
berkuasa di Indonesia terutama pulau Jawa dan Sumatra diperintah oleh angkatan
darat, sedangkan daerah Indonesia lainnya diperintah oleh angkatan laut jepang.
Sesuai dengan keadaan perang, maka pemerintah militer
Jepang tidak membolehkan berdirinya partai-partai politik di Indonesia.
Kegiatan politik Pergerakan nasional Indonesia dikendalikan oleh Jepang dan
ditujukan untuk membantu jepang dalam Perang. Jepang berusaha mengerahkan semua
orang Asia untuk usaha perangnya.
2. Pengerahan total untuk usaha perang
Jepang
Kedudukan Jepang dalam Perang Pasifik pada tahun 1943
sudah berubah. Jepang yang tadinya berada di pihak penyerang, sekarang
beralih ke pihak yang bertahan. Oleh karena itu jepang memerlukan dukungan dari
penduduknya masing-masing. Itulah sebabnya di Indonesia Jepang mulai giat
mengerahkan kaum muda Indonesia untuk membantu usaha Perang Asia Timur Raya.
Rakyat Indonesia harus dipersiapkan secara fisik untuk menghadapi kedatangan
Serikat di Indonesia.
26
Dan pada bulan
Agustus 1943 dibentuk Fujingkai (Himpunan Wanita). Fujingkai dapat dimasuki
oleh semua wanita yang telah berumur 15 tahun ke atas. Kepada kaum wanita
inipun diberikan latihan-latihan militer.
Disamping itu para pemuda ada juga yang dimasukkan
kedalam kelompok khusus untuk mendapatkan pendidikan membantu tugas-tugas
kepolisian. Kelompok khusus ini disebut keibodan yang berarti barisan bantu
polisi. Umur anggota Keibondan lebih tua dari umur anggota Seinendan yaitu
antara 23 sampai 25 tahun.
Yang dapat
diterima menjadi anggota keibondan adalah semua laki-laki yang berasal dari
tiap desa. Para anggota Keibondan diusahakan oleh jepang agar tidak mendapat
pengaruh dari golongan nasionalis. Keibondan dibentuk di desa-desa dimana
golongan nasionalis kurang mendapat pengaruh. Badan ini langsung dibawah
pengawasan polisi, pengawasan terhadap badan ini dilakukan secara ketat sekali.
Hal ini berbeda dengan Seinendan , dalam badan ini golongan nasionalis dapat
menanamkan pengaruhnya. Dengan demikian mereka mengisi jiwa pemuda dengan
semangat nasionalisme. Kedua badan tersebut dibentuk di Jawa, Sumatra dan
daerah-daerah yang dikuasai oleh angkatan laut, di Sumatra Keibondan terkenal
dengan nama Borneo Konen Hokokudan. Selain iru juga dibentuk organisasi pemuda
Islam yang dinamai Hisbullah.
Memasuki tahun 1944 keadaan perang Pasifik bagi Jepang
semakin gawat. Satu demi satu daerah pendudukan Jepang jatuh ke tangan Serikat,
bahkan serangan mulai diarahkan ke negeri Jepang sendiri. Untuk meningkatkan
kesiap-siagaan rakyat Indonesia, maka tanggal 14 September 1944 dibentuk
barisan pelopor sebagai bagian dari Jawa Hokokai. Barisan pelopor ini merupakan
organisasi pemuda pertama yang langsung dibimbing oleh kaum nasionalis Indonesia.
Pemimpin barisan ini adalah Ir. Soekarno dengan dibantu oleh R. P. Suroso dan
Oto Iskandar dinata serta dr. Buntaran martoatmodjo. Barisan pelopor
menggunakan senapan kayu dan bamboo runcing dalam mengadakan
latihan-latihannya. Barisan pelopor juga dikerahkan untuk mendengarkan pidato
dari pemimpin-pemimpin nasionalis. Mereka juga dilatih tentang cara-cara
mengerakkan massa rakyat dan memperkuat pertahanan. Karena tenaga jepang
sudah habis, maka pada bulan april 1943 dikeluarkan pengumuman yang member
kesempatan kepada pemuda Indonesia untuk menjadi pembantu prajurit Jepang
(heiho).
27
Pada tanggal 3 Oktober 1943 panglima tentara Jepang di
jawa memaklumkan pembentukan peta. Sebagai tindak lanjut dari penguman itu maka
mulailah dilatih puluhan calon perwira Peta di kota Bogor. Sesuai dengan
pembentukan peta di pulau jawa, maka di pulai Sumatra dibentuk Giyugun (tentara
Sukarela). Dengan adanya tentara sukarela itu timbul suatu golongan yang
memperoleh pendidikan militer pada zaman pendudukan Jepang. Harapan-harapan
jepang sebagian besar tidak terlaksana, karena para pemimpin Indonesia yang
bekerja sama dengan jepang, berhasil menanamkan semangat nasionalisme di
kalangan pemuda. Lebih-lebih pemuda hasil didikan peta, yang kebanyakan terdiri
dari pelajar-pelajar sekolah, dapat menangkap apa yang tersirat dari apa yang
tersurat oleh para pemimpin.
D. Pemerasan Sosial-Ekonomi
1. Pemerasan Bahan Makanan
Selain sesuai dengan situasi perang pada waktu itu,
kegiatan ekonomi juga diarahkan kepada kepentingan perang. Jepang
berusaha menguasai dan mendapatkan sumber-sumber bahan mentah untuk industry
perang. Selain itu jepang juga mempunyai rencana untuk memotong sumber
perbekalan musuhnya di Negara-negara Asia. Penguasaan wilayah yang kaya akan
bahan-bahan mentah akan meringankan beban Jepang dalam perang. Dalam
melaksanakan rencananya, jepang menempuh dua tahap. Tahap pertama adalah
penguasaan dan tahap kedua adalah penyusunan kembali ekonomi daerah jajahan
untuk memenuhi kebutuhan bahan-bahan perang. Wilayah-wilayah yang
dikuasai harus sanggup memenuhi kebutuhannya sendiri.
Sebelum pemerintah Hindia Belanda menyerah kepada
Jepang, mereka melakukan taktik bumi hangus dengan menghancurkan objek-objek
vital terutama instalasi tambang minyak bumi. Itulah sebabnya pada masa pertama
pendudukan jepang, hamper seluruh kehidupan ekonominya lumpuh. Langkah pertama
yang dilakukan pemerintah jepang adalah mengadakan rehabilitasi sarana ekonomi
seperti memperbaiki jembatan dan telepon. Dan enduduk Jepang langsung mengawasi
perkebunan kopi, kina, teh dan teh. Pemerintah juga memegang monopoli pembelian
dan menentukan harga penjualan hasil perkebunan itu.
28
Khusus tanaman
jarak sangat dibutuhkan oleh pemerintah penduduk Jepang untuk pelumas
mesin-mesin termasuk mesin pesawat terbang. Selain jarak, tanaman kina juga
sangat dibutuhkan yakni untuk pembuatan obat anti-malaria, karena penyakit itu
dapat melemahkan kemampuan tempur para prajurit.
Jawa Hokokai giat melakukan kampanye untuk
meningkatkan usaha pengadaan pangan, khususnya beras dan jagung.
Sedangkan bimbingan pertanian diberikan kepada petani dengan penyuluhan
pertanian. Tetapi sebaliknya pihak Jepang tidak pernah memperkenalkan cara
bertani modern sebagaimana yang dilakukan Jepang pada waktu itu. Mereka hanya
memeras hasil, tanpa memodernisasi sistem pertanian.
Akibat pemerasan yang dilakukan dalam bidang makanan
oleh pemerintah penduduk jepang, maka rakyat menjadi sangat miskin dan sengsara
hidupnya. Makanan sangat kurang, lebih-lebih makanan yang bergizi, sehingga
menyebabkan tenaga kerja jauh berkurang. Penyakit akibat kekurngan makanan
merajalela belum lagi ditambah dengan timbulnya bencana alam.
Masalah pokok
lainnya yang menyangkut kehidupan rakyat adalah masalah sandang. Sebelum
pendudukan jepang masalah sandang di Indonesia sangat tergantung pada
import. Tetapi semenjak pendudukan jepang, Indonesia harus mengusahakan sendiri
bahan pakaiannya. Caranya adalah dengan mengusahakan percobaan penanaman pohon
kapas di beberapa daerah. Usaha pemintalan kapas dilakukan secara menyeluruh,
tetapi karena kekurangan bahan baku usaha itu terpaksa dihentikan. Di pedesaan
sebagian besar rakyatnya telah mulai memakai kain goni atau bagor.
Pada awal tahu 1944 atas inisiatif Jawa Hokokai
diadakan pecan pengumpulan pakaian untu rakyat jelata. Usaha tersebut tidak
begitu menolong, sehingga rakyat masih kekurangan. Akibat pemerasan yang
dilakukan oleh pemerintahan penduduk Jepang, maka keadaan penghidupan rakyat
menjadi parah.
2. Pemerasan Tenaga manusia
Pemerasan tenaga manusia pada zaman pendudukan jepang
dilakukan terhadap semua golongan dalam masyarakat Indonesia, baik orang kota
maupun orang desa, mulai dari yang terpelajar sampai kepada yang butahuruf
sekalipun. Semuanya diperahkan untuk usaha perang.
29
Golongan yang
paling sensara pada zaman pendudukan Jepang adalah romusya. Mereka dipekerjakan secara paksa oleh pihak jepang,
terutama pada obyek-obyek militer seperti membuat lapangan terbang, membuat
kubu-kubu pertahanan dan membuat jalan kereta-api. Tenaga romusya kebanyakan
diambil dari desa-desa dan umumnya mereka tidak bersekolah atau paling tinggi
tamat sekolah dasar. Pada mulanya mereka dibujuk menjadi romusya , dan kalau
tidak berhasil barulah dilakukan pemaksaan.
Pemerasan tenaga romusya tersebut telah membawa akibat
pula dalam struktur social di Indonesia. Banyak pemuda-pemuda tani yang
menghilang dari desanya, karena mereka takut dikirim sebagai romusya. Apalagi
pemerintahan jepang bertindak lebih jauh lagi dimana hamper semua laki-laki
yang sehat diambil. Tetapi para romusya yang selamat dan kembali ke desanya
akan mempunyai pengalaman-pengalaman banyak dalam berbagai bidang. Mereka yang
datang membawa gagasan baru, sehingga desa terbuka untuk perubahan.
C. Ekonomi Indonesia Setiap
Periode Pemerintahan Orla,Orba,Reformasi
1. PEMERINTAHAN ORDE
LAMA
Sejak berdirinya negara Republik Indonesia,
sudah banyak tokok-tokoh negara yang saat itu telah merumuskan bentuk
perekonomian yang tepat bagi bangsa Indonesia, baik secara individu maupun
diskusi kelompok. Tetapi pada pemerintah orde lama masih belum mampu
memperbaiki keadaan ekonomi negara Republik Indonesia yang memburuk.
- Orde lama (Demokrasi Terpimpin)
Keadaan ekonomi keuangan pada masa awal kemerdekaan amat
buruk, antara lain disebabkan oleh :
a. Inflasi yang sangat tinggi, disebabkan
karena beredarnya lebih dari satu mata uang secara tidak terkendali. Pada waktu
itu, untuk sementara waktu pemerintah RI menyatakan tiga mata uang yang berlaku
di wilayah RI, yaitu mata uang De Javasche Bank, mata uang pemerintah Hindia
Belanda, dan mata uang pendudukan Jepang.
30
b. Adanya blokade ekonomi oleh Belanda sejak
bulan November 1945 untuk menutup pintu perdagangan luar negeri RI.
c. Kas negara kosong.
d. Eksploitasi besar-besaran di masa penjajahan.
Usaha-usaha yang dilakukan untuk mengatasi
kesulitan-kesulitan ekonomi, antara lain :
a. Program Pinjaman Nasional dilaksanakan
oleh menteri keuangan Ir. Surachman dengan persetujuan BP-KNIP,
dilakukan pada bulan Juli 1946.
b. Upaya menembus blokade dengan diplomasi
beras ke India, mangadakan kontak dengan perusahaan swasta Amerika, dan
menembus blokade Belanda di Sumatera dengan tujuan ke Singapura dan Malaysia.
c. Konferensi Ekonomi Februari 1946 dengan
tujuan untuk memperoleh kesepakatan yang bulat dalam menanggulangi
masalah-masalah ekonomi yang mendesak, yaitu : masalah produksi dan distribusi
makanan, masalah sandang, serta status dan administrasi perkebunan-perkebunan.
d. Pembentukan Planning Board (Badan
Perancang Ekonomi) 19 Januari 1947
Rekonstruksi dan Rasionalisasi Angkatan Perang (Rera) 1948
Rekonstruksi dan Rasionalisasi Angkatan Perang (Rera) 1948
e. Kasimo Plan yang intinya mengenai usaha
swasembada pangan dengan beberapa petunjuk pelaksanaan yang praktis. Dengan
swasembada pangan, diharapkan perekonomian akan membaik (mengikuti Mazhab
Fisiokrat : sektor pertanian merupakan sumber kekayaan).
- Masa Demokrasi Liberal (1950-1957)
Masa ini disebut masa liberal, karena dalam
politik maupun sistem ekonominya menggunakan prinsip-prinsip liberal.
Perekonomian diserahkan pada pasar sesuai teori-teori mazhab klasik yang
menyatakan laissez faire laissez passer. Padahal pengusaha pribumi masih lemah
dan belum bisa bersaing dengan pengusaha nonpribumi, terutama pengusaha Cina.
31
Pada
akhirnya sistem ini hanya memperburuk kondisi perekonomian Indonesia yang baru
merdeka.
Usaha-usaha yang dilakukan untuk mengatasi
masalah ekonomi, antara lain :
a) Gunting Syarifuddin, yaitu pemotongan
nilai uang (sanering) 20 Maret 1950, untuk mengurangi jumlah uang yang
beredar agar tingkat harga turun.
b) Program Benteng (Kabinet Natsir)
c) Nasionalisasi De Javasche Bank menjadi
Bank Indonesia pada 15 Desember 1951 lewat UU no.24 th 1951 dengan fungsi
sebagai bank sentral dan bank sirkulasi.
d) Sistem ekonomi Ali-Baba (kabinet Ali
Sastroamijoyo I) yang diprakarsai Mr Iskak Cokrohadisuryo
e) Pembatalan sepihak atas hasil-hasil
Konferensi Meja Bundar, termasuk pembubaran Uni Indonesia-Belanda.
- Masa Demokrasi Terpimpin (1959-1967)
Sebagai akibat dari dekrit presiden 5 Juli
1959, maka Indonesia menjalankan sistem demokrasi terpimpin dan struktur
ekonomi Indonesia menjurus pada sistem etatisme (segala-galanya diatur oleh
pemerintah). Dengan sistem ini, diharapkan akan membawa pada kemakmuran bersama
dan persamaan dalam sosial, politik,dan ekonomi (mengikuti Mazhab Sosialisme).
Akan tetapi, kebijakan-kebijakan ekonomi yang diambil pemerintah di masa ini
belum mampu memperbaiki keadaan ekonomi Indonesia.
2. PEMERINTAHAN
ORDE BARU
Orde Baru adalah sebutan bagi masa
pemerintahan Presiden Soeharto di Indonesia. Orde Baru menggantikan Orde Lama
yang merujuk kepada era pemerintahan Soekarno. Orde Baru berlangsung dari tahun
1968 hingga 1998. Dalam jangka waktu tersebut, ekonomi Indonesia berkembang pesat meski hal ini dibarengi praktek korupsi yang
merajalela di negara ini. Selain itu, kesenjangan antara rakyat yang kaya dan
miskin juga semakin melebar.
32
Orde Baru, Pada 1968, MPR secara resmi
melantik Soeharto untuk masa jabatan 5 tahun sebagai presiden, dan dia kemudian
dilantik kembali secara berturut-turut pada tahun 1973, 1978, 1983, 1988, 1993,
dan [[1998].
· Politik
Presiden Soeharto memulai "Orde
Baru" dalam dunia politik Indonesia dan secara dramatis mengubah kebijakan
luar negeri dan dalam negeri dari jalan yang ditempuh Soekarno pada akhir masa
jabatannya. Orde Baru memilih perbaikan dan perkembangan ekonomi sebagai tujuan
utamanya dan menempuh kebijakannya melalui struktur Administratif yang didominasi militer namun dengan nasehat dari ahli ekonomi
didikan Barat. DPR dan MPR tidak berfungsi secara efektif. Anggotanya bahkan
seringkali dipilih dari kalangan militer, khususnya mereka yang dekat dengan
Cendana. Hal ini mengakibatkan Aspirasi rakyat sering kurang didengar oleh pusat. Pembagian PAD juga
kurang adil karena 70% dari PAD tiap provinsi tiap tahunnya harus disetor
kepada Jakarta, sehingga melebarkan jurang pembangunan antara pusat dan daerah.
· Eksploitasi
sumber daya
Selama masa pemerintahannya,
kebijakan-kebijakan ini, dan pengeksploitasian sumber daya alam secara
besar-besaran menghasilkan pertumbuhan ekonomi yang besar namun tidak merata di
Indonesia. Contohnya, jumlah orang yang kelaparan dikurangi dengan besar pada
tahun 1970-an dan 1980-an.
· Warga
Tionghoa
Warga keturunan Tionghoa juga dilarang berekspresi.
Sejak tahun 1967, warga keturunan dianggap sebagai warga negara asing di
Indonesia dan kedudukannya berada di bawah warga pribumi, yang secara tidak
langsung juga menghapus hak-hak Asasi mereka. Kesenian Barongsaisecara terbuka, perayaan hari raya Imlek, dan pemakaian Bahasa Mandarin
dilarang, meski kemudian hal ini diperjuangkan oleh komunitas china indonesia
terutama dari komunitas pengobatan china tradisional karena pelarangan sama
sekali akan berdampak pada resep obat yang mereka buat yang hanya bisa di tulis
dengan bahasa mandarin.
33
Mereka
pergi hingga ke Makhamah Agung dan akhirnya Jaksa Agung indonesia waktu itu
memberi izin dengan catatan bahwa china indonesia bejanji tidak menghimpun
kekuatan untuk memberontak dan menggulingkan pemerintahan Indonesia. Untuk
keberhasilan ini kita mesti memberi penghormatan bagi Ikatan Naturopatis
Indonesia ( I.N.I ) yang anggota dan pengurus nya pada waktu itu memperjuangkan
hal ini demi masyarakat china indonesia dan kesehatan rakyat indonesia. Hingga
china indonesia mempunyai sedikit kebebasan dalam menggunakan bahasa Mandarin.
Satu-satunya surat kabar berbahasa Mandarin
yang diizinkan terbit adalah Harian Indonesia yang sebagian artikelnya ditulis
dalam bahasa Indonesia. Harian ini dikelola dan diawasi oleh militer indonesia
dalam hal ini adalah ABRI meski beberapa orang china indonesia bekerja juga di
sana. Agama tradisional Tionghoa dilarang. Akibatnya agama Konghucu kehilangan
pengakuan pemerintah. Pemerintah Orde Baru berdalih bahwa warga Tionghoa yang
populasinya ketika itu mencapai kurang lebih 5 juta dari keseluruhan rakyat
Indonesia dikhawatirkan akan menyebarkan pengaruh komunisme di Tanah Air
Padahal, kenyataan berkata bahwa kebanyakan
dari mereka berprofesi sebagai pedagang, yang tentu bertolak belakang dengan
apa yang diajarkan oleh komunisme, yang sangat mengharamkan perdagangan
dilakukan. Orang Tionghoa dijauhkan dari kehidupan politik praktis. Sebagian
lagi memilih untuk menghindari dunia politik karena khawatir akan keselamatan
dirinya.
Kebijakan Ekonomi pada Masa Orde
Baru
Pada masa Orde Baru, Indonesia melaksanakan
pembangunan dalam berbagai aspek kehidupan. Tujuannya adalah terciptanya
masyarakat adil dan makmur yang merata materiil dan spirituil berdasarkan
Pancasila.
34
Pembangunan nasional pada hakikatnya adalah pembangunan
manusia Indonesia seutuhnya dan pembangunan masyarakat Indonesia seluruhnya.
Berdasarkan Pola Dasar Pembangunan Nasional disusun Pola Umum Pembangunan
Jangka Panjang yang meliputi kurun waktu 25-30 tahun. Pembangunan Jangka
Panjang (PJP) 25 tahun pertama dimulai tahun 1969 – 1994. Sasaran utama PJP I
adalah terpenuhinya kebutuhan pokok rakyat dan tercapainya struktur ekonomi
yang seimbang antara industri dan pertanian. Selain jangka panjang juga
berjangka pendek. Setiap tahap berjangka waktu lima tahun. Tujuan pembangunan
dalam setiap pelita adalah pertanian, yaitu meningkatnya penghasilan produsen
pertanian sehingga mereka akan terangsang untuk membeli barang kebutuhan
sehari-hari yang dihasilkan oleh sektor industri. Sampai tahun 1999, pelita di
Indonesia sudah dilaksanakan sebanyak 6 kali.
Dalam membiayai pelaksanaan pembangunan,
tentu dibutuhkan dana yang besar. Di samping mengandalkan devisa dari ekspor
nonmigas, pemerintah juga mencari bantuan kredit luar negeri. Dalam hal ini,
badan keuangan internasional IMF berperan penting.
Dengan adanya pembangunan tersebut,
perekonomian Indonesia mencapai kemajuan. Meskipun demikian, laju pertumbuhan
ekonomi yang cukup besar hanya dinikmati para pengusaha besar yang dekat dengan
penguasa. Pertumbuhan ekonomi tidak dibarengi dengan pemerataan dan landasan
ekonomi yang mantap sehingga ketika terjadi krisis ekonomi dunia sekitar tahun
1997, Indonesia tidak mampu bertahan sebab ekonomi Indonesia dibangun dalam
fondasi yang rapuh. Bangsa Indonesia mengalami krisis ekonomi dan krisis
moneter yang cukup berat. Bantuan IMF ternyata tidak mampu membangkitkan
perekonomian nasional. Hal inilah yang menjadi salah satu faktor penyebab
runtuhnya pemerintahan Orde Baru tahun 1998.
Runtuhnya Orde Baru dan Lahirnya Reformasi
1. Runtuhnya Orde Baru
Penyebab utama runtuhnya kekuasaan Orde Baru
adalah adanya krisis moneter tahun 1997. Sejak tahun 1997 kondisi ekonomi
Indonesia terus memburuk seiring dengan krisis keuangan yang melanda Asia.
Keadaan terus memburuk. KKN semakin merajalela, sementara kemiskinan rakyat
terus meningkat.
35
Terjadinya ketimpangan sosial yang sangat
mencolok menyebabkan munculnya kerusuhan sosial. Muncul demonstrasi yang
digerakkan oleh mahasiswa. Tuntutan utama kaum demonstran adalah perbaikan
ekonomi dan reformasi total. Demonstrasi besar-besaran dilakukan di Jakarta
pada tanggal 12 Mei 1998. Pada saat itu terjadi peristiwa Trisakti, yaitu
me-ninggalnya empat mahasiswa Universitas Trisakti akibat bentrok dengan aparat
keamanan. Empat mahasiswa tersebut adalah Elang Mulya Lesmana, Hery Hariyanto,
Hendriawan, dan Hafidhin Royan. Keempat mahasiswa yang gugur tersebut kemudian
diberi gelar sebagai “Pahlawan Reformasi”. Menanggapi aksi reformasi tersebut,
Presiden Soeharto berjanji akan mereshuffle Kabinet Pembangunan VII menjadi
Kabinet Reformasi. Selain itu juga akan membentuk Komite Reformasi yang
bertugas menyelesaikan UU Pemilu, UU Kepartaian, UU Susduk MPR, DPR, dan DPRD,
UU Antimonopoli, dan UU Antikorupsi. Dalam perkembangannya, Komite Reformasi
belum bisa terbentuk karena 14 menteri menolak untuk diikutsertakan dalam
Kabinet Reformasi. Adanya penolakan tersebut menyebabkan Presiden Soeharto
mundur dari jabatannya.
Akhirnya pada tanggal 21 Mei 1998 Presiden
Soeharto mengundurkan diri dari jabatannya sebagai presiden RI dan menyerahkan
jabatannya kepada wakil presiden B.J. Habibie. Peristiwa ini menandai
berakhirnya kekuasaan Orde Baru dan dimulainya Orde Reformasi.
· Kelebihan
dan Kekurangan sistem Pemerintahan Orde Baru
* Perkembangan GDP per kapita Indonesia yang
pada tahun 1968 hanya AS$70 dan pada 1996 telah
mencapai lebih dari AS$1.000
* Sukses transmigrasi
* Sukses KB
* Sukses memerangi buta huruf Kekurangan
Sistem Pemerintahan Orde Baru
36
3. PEMERINTAHAN
REFORMASI
Pada tanggal 21 Mei 1998 Presiden Soeharto
mengundurkan diri dari jabatannya sebagai presiden RI dan menyerahkan
jabatannya kepada wakil presiden B.J. Habibie. Peristiwa ini menandai
berakhirnya kekuasaan Orde Baru dan dimulainya Orde Reformasi.
Sidang Istimewa MPR yang mengukuhkan Habibie sebagai
Presiden, ditentang oleh gelombang demonstrasi dari puluhan ribu mahasiswa dan
rakyat di Jakarta dan di kota-kota lain. Gelombang demonstrasi ini memuncak
dalam peristiwa Tragedi Semanggi, yang menewaskan 18 orang.
Masa pemerintahan Habibie ditandai dengan
dimulainya kerjasama dengan Dana Moneter Internasional untuk membantu dalam
proses pemulihan ekonomi. Selain itu, Habibie juga melonggarkan pengawasan
terhadap media massa dan kebebasan berekspresi.
Presiden BJ Habibie mengambil prakarsa untuk
melakukan koreksi. Sejumlah tahanan politik dilepaskan. Sri Bintang Pamungkas
dan Muchtar Pakpahan dibebaskan, tiga hari setelah Habibie menjabat. Tahanan
politik dibebaskan secara bergelombang. Tetapi, Budiman Sudjatmiko dan beberapa
petinggi Partai Rakyat Demokratik baru dibebaskan pada era Presiden Abdurrahman
Wahid. Setelah Habibie membebaskan tahanan politik, tahanan politik baru
muncul. Sejumlah aktivis mahasiswa diadili atas tuduhan menghina pemerintah
atau menghina kepala negara. Desakan meminta pertanggungjawaban militer yang
terjerat pelanggaran HAM tak bisa dilangsungkan karena kuatnya proteksi
politik. Bahkan, sejumlah perwira militer yang oleh Mahkamah Militer Jakarta
telah dihukum dan dipecat karena terlibat penculikan, kini telah kembali duduk dalam
jabatan struktural.
37
Berikut ini beberapa kebijakan yang berhasil
dikeluarkan B.J. Habibie dalam rangka menanggapi tuntutan reformasi dari
masyarakat.
a. Kebijakan dalam bidang politik
Reformasi dalam bidang politik berhasil mengganti
lima paket undang-undang masa Orde Baru dengan tiga undang-undang politik yang
lebih demokratis.
Berikut ini tiga undang-undang tersebut.
1. UU No. 2 Tahun 1999
tentang partai politik
2. UU No. 3 Tahun 1999
tentang Pemilihan Umum.
3. UU No. 4 Tahun 1999
tentang Susunan dan Kedudukan DPR/MPR.
b. Kebijakan dalam bidang ekonomi
Untuk memperbaiki perekonomian yang terpuruk,
terutama dalam sektor perbankan, pemerintah membentuk Badan Penyehatan
Perbankan Nasional (BPPN). Selanjutnya pemerintah mengeluarkan UU No. 5 Tahun
1999 tentang Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan Tidak Sehat, serta UU No.
8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.
c. Kebebasan menyampaikan pendapat dan
pers
Kebebasan menyampaikan pendapat dalam masyarakat
mulai terangkat kembali. Hal ini terlihat dari munculnya partai-partai politik
dari berbagai golongan dan ideologi. Masyarakat bisa menyampaikan kritik secara
terbuka kepada pemerintah. Di samping kebebasan dalam menyatakan pendapat,
kebebasan juga diberikan kepada pers. Reformasi dalam pers dilakukan dengan
cara menyederhanakan permohonan Surat Izin Usaha Penerbitan (SIUP).
d. Pelaksanaan Pemilu
Pada masa pemerintahan Habibie,
berhasil diselenggarakan pemilu multipartai yang damai dan pemilihan presiden
yang demokratis. Pemilu tersebut diikuti oleh 48 partai politik. Keberhasilan
lain masa pemerintahan Habibie adalah penyelesaian masalah Timor Timur. Usaha
Fretilin yang memisahkan diri dari Indonesia mendapat respon
38
. Pemerintah Habibie mengambil kebijakan untuk melakukan
jajak pendapat di Timor Timur. Referendum tersebut dilaksanakan pada tanggal 30
Agustus 1999 di bawah pengawasan UNAMET. Hasil jajak pendapat tersebut
menunjukkan bahwa mayoritas rakyat Timor Timur lepas dari Indonesia. Sejak saat
itu Timor Timur lepas dari Indonesia. Pada tanggal 20 Mei 2002 Timor Timur
mendapat kemerdekaan penuh dengan nama Republik Demokratik Timor Leste dengan
presidennya yang pertama Xanana Gusmao dari Partai Fretilin.
4.
PEMERINTAH INDONESIA BERSATU
v PEMERINTAHAN INDONESIA
BERSATU JILID I (ERA SBY-JK) == (2004-2009)
Kabinet Indonesia Bersatu (Inggris: United Indonesia Cabinet)
adalah kabinet pemerintahanIndonesia pimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla.
Kabinet ini dibentuk pada 21 Oktober 2004 dan masa baktinya berakhir pada tahun
2009. Pada 5 Desember 2005, Presiden Yudhoyono melakukan perombakan kabinet untuk pertama kalinya,
dan setelah melakukan evaluasi lebih lanjut atas kinerja para menterinya,
Presiden melakukan perombakan kedua pada 7 Mei 2007. Susunan Kabinet Indonesia Bersatu pada awal
pembentukan (21 Oktober 2004), perombakan pertama (7 Desember 2005), dan
perombakan kedua (9 Mei 2007).
Pada periode ini, pemerintah melaksanakan
beberapa program baru yang dimaksudkan untuk membantu ekonomi masyarakat kecil
diantaranya Bantuan Langsung Tunai (BLT), PNPM Mandiri dan Jamkesmas. Pada
prakteknya, program-program ini berjalan sesuai dengan yang ditargetkan
meskipun masih banyak kekurangan disana-sini.
v PEMERINTAHAN INDONESIA
BERSATU JILID II (ERA SBY – BOEDIONO) == (2009-2014)
Kabinet Indonesia Bersatu II (Inggris: Second United
Indonesia Cabinet) adalah kabinetpemerintahan Indonesia pimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil PresidenBoediono. Susunan kabinet ini berasal dari usulan partai politik pengusul pasangan SBY-Boediono pada
39
Pilpres 2009 yang mendapatkan kursi di DPR (Partai Demokrat, PKS, PAN, PPP, dan PKB) ditambah Partai Golkar yang bergabung setelahnya, tim sukses pasangan SBY-Boediono pada
Pilpres 2009, serta kalangan profesional. Susunan Kabinet Indonesia Bersatu II
diumumkan oleh Presiden SBY pada 21 Oktober 2009 dan dilantik sehari setelahnya.
Pada 19 Mei 2010, Presiden SBY mengumumkan pergantian Menteri Keuangan.
Pada periode ini, pemerintah khususnya
melalui Bank Indonesia menetapkan empat kebijakan untuk meningkatkan
pertumbuhan ekonomi nasional negara yaitu :
1. BI rate
2. Nilai tukar
3. Operasi moneter
4. Kebijakan
makroprudensial untuk pengelolaan likuiditas dan makroprudensial lalu lintas
modal.
Dengan kebijakan-kebijakan ekonomi diatas,
diharapkan pemerintah dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi negara yang akan
berpengaruh pula pada meningkatnya kesejahteraan masyarakat Indonesia.
Kinerja Pemerintahan SBY - Tak terasa sudah 1 tahun pemerintahan SBY jilid IIberjalan,
Namun masih saja dianggap gagal serta mendapat rapor merah dari beberapa
kalangan. Dan kali ini pengamat ekonomi dunia pun ikut bicara terkait dengan kinerja pemerintahan SBYyang sudah 1
tahun ini. Perolehan suara 60 % dalam Pilpres 2009 dan mendapat dukungan
mayoritas di parlemen ternyata belum bisa dioptimalkan pasangan Susilo Bambang
Yudhoyono dan Boediono untuk melakukan langkah-langkah yang konkrit dalam
meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan rakyat.
Di mata pengamat ekonomi politik dari
Northwestern University, Amerika Serikat, Prof Jeffrey Winters, buruknya kinerja pemerintahan SBY tidak
lepas dari sikap Presiden SBY dalam menjalankan pemerintahan. SBY dianggap
lebih suka terlihat cantik, santun dan berambut rapi di depan kamera dibanding
bekerja keras mengatasi persoalan-persoalan yang ada di Indonesia.
40
Apa pandangan Anda terhadap kinerja
SBY-Boediono selama menjalankan pemerintahan?
Sampai saat ini dilihat kinerja pemerintahan SBY-Boediono rendah. Dan perlu dicatat prestasi yang
rendah kepemimpinan SBY bukan sesuatu yang baru.
Karena sejak 2004 memang kinerjanya tidak pernah
tinggi. Jadi kombinasi SBY-Kalla yang sudah mengecewakan menjadi lebih parah
dengan kombinasi SBY-Boediono.
Meski pada masa SBY-JK kinerjanya buruk,
paling tidak Jusuf Kalla dikenal sebagai orang yang tidak sabar dan sering
mendorong SBY untuk bertindak dan ambil keputusan. Tetapi akhirnya Kalla
menjadi capek, frustrasi dan memilih lepas saja.
Tapi lepas dari itu semua pemerintahan SBY
juga sudah melakukan tugas-tugas yang seharusnya dilakukan walaupun belum
maksimal.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar